MEMO

To: Patrick Winston

CEO

From: Cindy Fransisca

Sales Manager

Date: April 28 2018

Subject: Improving co-operation in the sales department

 

A meeting was held on April 27 2018 to discuss how the Muller and Peterson sales representatives could work together more effectively. The following points were agreed:

  1. We know that both of us have very different ways of working, so we decided there will be held an annual gathering to build relationship and connection between us.
  2. Our company do not promise customers early delivery dates, but we should always meet the delivery dates.
  3. We will send in well-written, informative reports on or before deadline. We will also provide written follow-up when a customer places an order.
  4. We would like a higher basic salary and a bonus paid to the team if we exceed our monthly sales target.
  5. We believe that the staff should co-operate at all times and share information about customers with each other.
  6. To build customer loyalty, we prefer by gaining their trust. We do not put pressure on customers to but, we let them decide if the product is suitable. We also decide to offer below €30 gifts to customers to build up loyalty and to persuade them to place an order.

 

If you approved our agreements, I will prepare the letter of agreement for the signature. Please let me know your decision as soon as possible, thank you.

CF

Advertisements

Punya teman tunagrahita?

Punya teman yang menderita tunagrahita? Kenapa tidak? Kebetulan saya punya teman yang menderita tunagrahita, sebut saja dia X.
Sebagian orang mungkin berpikir, mereka yang menderita tunagrahita sangatlah aneh, menyebalkan, kasar, dan sebagainya. Tetapi, temanku yang satu ini bisa dibilang sedikit berbeda, terkadang X bisa menangis sambil berteriak, terkadang X hanya diam tanpa jawaban jika ditanya, terkadang juga X hanya menggunakan bahasa isyarat untuk berbicara.

Ya, awalnya terlihat aneh dan tentu saja saya menjaga jarak darinya, tetapi setelah sekian lama mengenalnya, teman-teman sekelas mulai mengerti dengan sifatnya, termasuk saya. Ia hanya butuh perhatian? Jika X menangis, terkadang saya menghampirinya. Responnya itu bermacam-macam, ketika ia menganggap saya yang membuatnya menangis, ia bisa saja memukul atau berteriak, tetapi jika tidak, ia hanya akan diam jika ditanya atau dijawab dengan isyarat tangan.

Sudah hampir 3 tahun saya kenal X. Ada waktu ketika saya membencinya, ada waktu ketika saya mengasihaninya karena keterbatasannya, ada pula waktu ketika saya tertawa karena dia. Saya sering berusaha mengajak X mengobrol, walaupun kadang tidak nyambung atau perkataannya kasar, tapi saya yakin itu karena pengaruh lingkungan disekitarnya.  Kini, ia sudah menjadi seseorang yang lebih baik dibandingkan saat saya baru mengenalnya.

Terdapat banyak jenis-jenis penyakit mental, sehingga saya tidak bisa menggolongkan X masuk ke dalam penyakit apa. Entah apa penyebab dan solusinya, saya hanya bisa berdoa agar dia bisa menjadi lebih baik. X adalah anak yang cukup pintar, walaupun ia menderita tunagrahita, nilainya disekolah rata-rata baik. Jujur saja, saya bangga punya teman tunagrahita seperti itu.

Dan untuk semua yang memiliki keterbatasan tertentu, sebaiknya hal itu tidak meluluhkan semangat kalian untuk berkarya. Setiap orang punya kekurangan masing-masing dan pastinya memiliki kelebihan masing-masing. Anggap saja keterbatasan itu sebuah rintangan sulit tetapi bisa dilewati. Bersyukurlah terhadap apa yang anda miliki sekarang dan teruslah berjuang untuk apa yang anda mimpikan, semangat! 🙂

Salam Hangat,

Cindy Fransisca